Senin, 09 Februari 2009

YOGYA (KR) - Bank sebagai lembaga keuangan yang menerima dan menyalurkan dana dari masyarakat memiliki mekanisme tersendiri dalam pemberian kredit. Hal itu perlu lebih disosialisasikan kepada masyarakat maupun pengusaha sehingga kesalahan persepsi tidak terjadi.

Hal tersebut mengemuka saat silaturahmi Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonsia (BPD Hipmi) DIY dengan jajaran direksi Bank BPD DIY, Jumat (6/2). Sekretaris PD Hipmi DIY Ajik Tarmizi mengatakan, selama ini memang ada kesan bahwa Bank BPD DIY lebih banyak memberikan kredit konsumtif terhadap pegawai negeri sipil (PNS). Sebaliknya pengusaha ada kesan dipersulit ketika akan mengambil kredit.

“Kedatangan kami ingin mendapatkan kejelasan tentang perkreditan, selama ini kami berasumsi, Bank BPD sulit memberikan kredit kepada pengusaha, termasuk yang kami rasakan yang dalam sektor industri kreatif. Namun dari pertemuan ini, kami mendapatkan penjelasan yang memuaskan,” kata Ajik Tarmizi, seusai pertemuan. Hipmi DIY menyadari, sebagai lembaga perbankan, bank BPD DIY memiliki mekanisme-mekanisme tersendiri dalam penyaluran kredit. Bank BPD DIY selama ini ternyata juga telah memberikan bantuan kepada masyarakat kecil.

Menurut Ajik, kegelisahan anggota Hipmi DIY terutama yang bergerak di industri kreatif, karena sektor ini memang memiliki ciri khas tersendiri. Misalnya saja dalam menggelar sebuah event tertentu, klien baru membayar setelah beberapa bulan. Diharapkan bank bisa berperan memberikan kredit dengan syarat yang tidak terlalu memberatkan sektor industri kreatif.

Ketua BPD Hipmi DIY H Setyo Wibowo mengatakan, pertemuan dengan Bank BPD setidaknya mengubah cara pandang anggota Hipmi DIY akan peran Bank BPD DIY dalam mekanisme penyaluran kredit. Ke dapan, Hipmi DIY dan Bank BPD akan bekerja sama. Misalnya, anggota BPD Hipmi DIY akan memberikan rekomendasi anggota-anggotanya yang pantas mendapatkan kredit.

Direktur Pemasaran Bank BPD DIY Sulcha Prihasti SE MM, mengatakan Hipmi DIY merupakan mitra kerja potensial. Apalagi dengan anggota yang bergerak diberbagai macam-macam usaha. Selama ini, Bank BPD DIY sebenarnya sudah banyak menyalurkan kredit kepada pengusaha atau masyarakat yang bergerak di industri kreatif. Hanya saja memang selama ini tidak digembar-gemborkan. “Lewat silaturahmi ini kekeliruan persepsi telah diluruskan, selama ini sudah banyak masyarakat dunia industri kreatif yang mendapat kredit dari kami, misalnya bidang periklanan,” kata Sulcha Prihasti.

Lebih lanjut Sulcha Prihasti mengatakan, dalam memberikan kredit BPD DIY tidak selalu menggunakan agunan. Jalan keluar lain misalnya BPD DIY akan melihat kemampuan kreditur dari sisi manajemen, kualitas produk dan lainnya. “Silaturahmi ini membuka peluang kerja sama antara Bank BPD dengan anggota-anggota Hipmi,” kata Sulcha Prihasti tingkat Loan to Deposit Ratio (LDR) atau kredit yang disalurkan kepada masyarakat mencapai 74 persen, lebih tinggi daripada rata-rata nasional yang mencapai 55 persen. Hal ini menunjukan (Apw)-f


EmoticonEmoticon