Kamis, 05 Februari 2009

YOGYA (KR) - Perwujudan program koridor ekonomi berbasis pariwisata antara 5 daerah, yaitu Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Magelang, Sragen dan Kota Solo terus diseriusi. Kelima wilayah ini juga terus mengadakan koordinasi untuk mencapai titik temu tentang rumusan konsep yang akan digunakan sebagai promosi. “Saat ini kami sedang membicarakan promosi seperti apa dalam skala nasional yang mampu menunjukkan kegiatan di 5 titik tersebut,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya menjawab pertanyaan KR di Balaikota, Selasa (3/2), di sela-sela pertemuan Bappeda bersama Disperindag serta Dinas Pariwisata dari 5 wilayah tersebut. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu 5 daerah sedang menyusun suatu program koridor ekonomi berbasis pariwisata.

Di mana masing-masing wilayah akan memunculkan 1 ikon yang menjadi potensi wisata di wilayahnya. Magelang dengan Borobudur-nya, Sleman mengedepankan Prambanan, Solo menampilkan kawasan Ngarsapura, Sragen dengan ikon Sangiran. Sementara Kota Yogya akan memunculkan ikon baru Pusat Seni dan Kerajinan (PSK) yang sedang dalam proses pembangunan di eks Terminal Umbulharjo. Dikatakan Aman, program koridor ekonomi berbasis pariwisata ini mendapat respons cukup positif dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini Departemen Perdagangan, yang memberikan bantuan secara fisik. Sebagai bukti keseriusan itu, Depdag juga menggandeng Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk membantu dari sisi promosi. “Kami akan menggarap PSK ini dari 2 aspek, fisik dan promosi. Bahkan Depdag merespons dengan memberikan bantuan Rp 3 miliar untuk pembangunan fisik. Kami juga baru berupaya mencari dana tambahan untuk mendapatkan anggaran 2009, yaitu Dana Stimulus Penanggulangan Dampak Krisis Ekonomi Global,” ujar Aman seraya menambahkan, PSK ini sebagaimana disampaikan Walikota Yogya sebelumnya, ditargetkan dapat selesai pembangunannya 2010 mendatang. (Ret)-k


EmoticonEmoticon