|

RSJ VIP untuk Caleg Stres

RADAR JOGJA - Setelah pemungutan suara pemilu legislatif (pileg) 9 April mendatang, diperkirakan bakal banyak orang yang mengalami gangguan jiwa. Terutama para caleg yang gagal meraih kursi menjadi anggota dewan.

Mengantisipasi hal itu, Pemprov DIJ (daerah istimewa Jogja) menyiapkan sejumlah langkah. Di antaranya, meminta RS Grhasia menyiapkan segala sarana dan prasarana untuk melayani para mantan caleg yang stress karena tak siap kalah pemilu legislatif. "Ada 10 kamar VIP yang sudah kami siapkan," ungkap Asisten Administrasi Umum Setprov DIJ dr Andung Prihadi Santoso Mkes saat dihubungi kemarin. Andung memahami bila usai pemilu nanti jumlah orang yang mengalami stres cukup besar.

Dengan sistem suara terbanyak memaksa setiap caleg berjuang keras mendapatkan suara sebanyak-banyaknya. Keadaan ini otomatis menguras logistik anggaran tidak sedikit bagi setiap caleg.

Karena itu, bila ada yang gagal, dampaknya akan sangat terasa. "Jadi wajar bila kemudian ada yang tiba-tiba jiwanya tergoncang," kata dokter yang selama empat tahun memimpin RS Grhasia itu.

Belajar dari pengalaman Pemilu 2004 lalu, semasa memimpin RS Grhasia Andung pernah merawat dua orang mantan caleg asal Purworejo yang stres berat. "Asal partainya nggak bisa saya sebut, nanti malah geger," kelakarnya.

Andung mengatakan, antisipasi tersebut juga disampaikannya saat rapat koordinasi forum satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Radyo Suyoso Bappeda Sabtu (14/3) lalu. Rakor yang dihadiri semua kepala SKPD dipimpin Sekprov Tri Harjun Ismaji dan dipandu Kepala Bappeda Setyoso Hardjowisastro.

Andung datang bersama dua Assekprov lainnya yakni Assekprov Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tavip Agus Rayanto dan Assekprov Perekonomian dan Pembangunan Suhartuti Sutopo.

Saat ini, rumah sakit tersebut menyediakan 200 unit kamar. Rinciannya sepuluh kamar VIP, 16 kelas I, 24 kelas II dan 150 kamar kelas III. "Untuk VIP per harinya Rp 75 ribu. Itu tarif termurah dibandingkan rumah sakit jiwa di daerah lain," terangnya.

Rochana menerangkan perbedaan kamar VIP dengan kamar lainnya terletak pada pemanfaatan dan fasilitasnya. Untuk VIP ditempati satu pasien dan dilengkapi AC. "Nggak ada fasilitas televisi karena sangat berisiko bagi orang yang sedang terganggu jiwanya menonton siaran tv," ujar dokter yang mengepalai RS Grhasia sejak 1,5 tahun lalu.

Mengomentari kesiapan RS Grahasia menyediakan 10 kamar VIP khusus bagi mantan caleg yang stres, Sekretaris Komisi A DPRD DIJ Takdir Ali Mukti menilai jumlahnya terlampau sedikit. ''Jumlahnya kurang banyak. Idealnya ditingkatkan 1.000 persen, menjadi 100 kamar," ujar Takdir. (kus/jpnn/ruk)

Posted by Wawan Kurniawan on 04.50. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented