|

UNTUK PASAR LOKAL; Penjualan Barang Antik Masih Jalan

YOGYA (KR) - Dampak krisis finansial global dirasakan para pengusaha termasuk usaha barang antik lawasan yang rata-rata mengalami penurunan omzet 25%. Apalagi pengusaha furniture dan barang antik dengan pasar ekspor, kebanyakan omzetnya turun drastis. Namun untuk pasar lokal, masih jalan.
Pemilik ‘MAC-GEN Antique Pangeran Cinta’, Genduk Yuli Hartono mengatakan, pemasaran barang antik seperti kursi risban, meja lampu, almari, dan setrika banyak diminati.

Bahkan pasar rumah joglo dan limasan masih lumayan. Peminat barang antik dan rumah joglo kebanyakan seniman perupa, pengusaha, pejabat dan artis.
Selain Yogya, pembeli barang antik banyak yang berasal dari Jakarta, Bandung, Bogor, Bali dan lainnya. “Saya usaha jual beli barang antik sudah 5 tahun ini dan memilih melayani pasar lokal. Asal bisa membangun relasi dan mengutamakan pelayanan, bisa jalan. Namun pelanggan barang antik dari Italia dan Perancis sampai kini juga masih dilayani,” cerita Genduk di Pilahan Jalan Retno Dumilah 68 Kotagede Yogya.

Dikatakan, usaha jual beli barang antik ini mulai dari bawah dan kontrak tanah. Awalnya, hanya memajang beberapa barang antik berupa meja, kursi, almari dan lainnya. Selama 2 tahun hanya melayani pesanan ketika ada pembeli yang pasti. Tahun ketiga hingga sekarang usaha jual beli barang antik kian berhasil sehingga bisa membeli tanah dan barang dagangan seperti rumah joglo lengkap.
Kini Genduk mempunyai 6 tenaga tukang kayu. Untuk rumah joglo selain membeli di Yogya, juga berburu ke Blora dan Pacitan. (Cil)-k

Posted by Wawan Kurniawan on 06.02. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented