|

ANTISIPASI PENYAKIT FLU BABI ; Dinkes Segera Keluarkan SE Kewaspadaan Dini

YOGYA (KR) - Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit flu babi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta berencana menerbitkan Surat Edaran (SE) Kewaspadaan Dini kepada camat dan lurah. Dalam edaran tersebut semua pihak diimbau untuk meningkatkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan penyakit ini.

District Surveilance Officer Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Yogyakarta, Rubangi kepada KR Minggu (3/5) menjelaskan Kota Yogyakarta ikut mewaspadai penularan penyakit flu babi. Meskipun jumlah ternak babi di kota cukup sedikit namun sebagai upaya pencegahan akan diterbitkan SE Kewaspadaan Dini terhadap camat, lurah dan puskesmas.

”Untuk mensosialisasikan penyakit flu babi kita akan memberikan SE Kewaspadaan Dini agar wilayah juga mengetahui sehingga bisa melakukan antisipasi. Terutama pencegahan penyakit ini, baik untuk ternaknya, manusia maupun lingkungan di sekitarnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan walaupun populasi ternak babi di kota tak sebanyak di daerah lain namun perlu diwaspadai ancaman penyakit ini. Terlebih Yogyakarta juga merupakan kota tujuan wisata setelah Bali yang menjadi jujugan wisatawan mancanegara. Kewaspadaan ini dilakukan seiring telah ditemukannya penyebaran antarmanusia.
Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Disperindagkoptan untuk melakukan pendataan jumlah ternak babi di kota. Sama seperti unggas populasi babi di kota cukup sedikit dibanding kabupaten lain. Namun begitu vaksinasi dan pemberian disinfektan pada ternak tetap ditingkatkan.
Seperti diketahui meskipun tidak melarang peredaran daging babi di pasar namun pengawasan tetap ditingkatkan. RPH babi di Kota Yogya sudah ditutup namun masih ada 2 lokasi pembesaran babi di Wirobrajan dan Tegalrejo. Dalam waktu dekat Disperindagkoptan akan melakukan survei ulang tempat-tempat pembesaran babi di kota.
Populasi pembesaran babi di Kota Yogya hanya 3-5 ekor di setiap lokasi. Selain pemberian disinfektan juga dilakukan pemetaan untuk melihat sejauh mana kondisi ternak babi. Jika ditemukan gejala yang mengarah pada flu babi akan diambil sampelnya untuk diteliti.
Koordinasi
Secara terpisah, anggota Komisi D DPRD DIY, M Afnan Hadikusumo menegaskan perlunya koordinasi intensif antarkabupaten/kota di DIY, dalam upaya melakukan pencegahan penyakit flu babi. ”Langkah antisipasi terhadap pencegahan sangat serius. Jangan sampai DIY terkena wabah ini,” ujar Afnan.
Mengingat pentingnya pencegahan penyebaran penyakit ini, Afnan mendesak kepada pimpinan Komisi D untuk memanggil Kepala Dinas Kesehatan DIY. Dengan pemanggilan ini, maka akan diketahui sejauh mana langkah yang dilakukan oleh pihak eksekutif terhadap persolan flu babi yang sudah menjadi pandemi.
”Kita bisa mengetahui sejauh mana pendataan kesehatan yang sudah dilakukan dinas, terkait dengan pencegahan penyakit ini,” ujarnya.
Jika dewan telah mengetahui persoalan sesungguhnya, maka akan memudahkan dalam membuat kebijakan yang dapat mencegah peredaran penyakit ini. (Nik/Jon)-z

Posted by Wawan Kurniawan on 06.27. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented