|

Dibatasi, Penukaran Uang Pecahan Kecil

RADAR JOGJA - Antrean panjang untuk penukaran uang sudah mulai terlihat di halaman Kantor Bank Indonesia cabang Jogjakarta. Meski masih lebih dari setengah bulan menuju lebaran, masyarakat berupaya untuk bisa menukarkan uang pecahana lebih cepat lagi.

Salah satu orang yang ikut antrian, Maryadi mengungkapkan dirinya ikut antri sejak pukul 07.00 dan baru mulai dilayani pukul 09.45. Menurut pria asli Terban ini, saat dirinya sampai di depan halaman Kantor Bank Indonesia sudah banyak orang yang antri, meski pemberian nomor antrian baru dibuka.

"Banyak yang sudah antri mas. Rata-rata ingin menukarkan uang pecahan lebih kecil, khususnya Rp 2 ribu yang baru," kata Mardi, ditemui usai menukarkan pecahan uang Rp 2 ribu dan Rp 5 ribu.

Hal serupa dikatakan Mahmud. Dia mengaku agak beruntung datang lebih pagi dan bisa langsung dapat nomor urut di barisan awal. "Tetapi sayang, penukaran dibatasi. Mungkin untuk menunggu penukar yang lainnya biar tidak kehabisan sebelum waktunya," kata Mahmud.

Sedangkan Kepala Seksi (KASI) Operasional Kas Bank Indonesia Jogjakarta I Nyoman Darma S mengakui pihaknya membatasi penukaran uang khusus pecahan kecil seperti Rp 2 ribu dan Rp 5 ribu. Sedangkan untuk pecahan Rp 1.000, pihak Bank Indonesia Jogjakarta baru memberikan kesempatan setelah tanggal 7 September mendatang.

"Alasannya agar dalam waktu penukaran bisa didistribusikan secara merata. Jangan sampai dibuka sekarang dan saat menjelang lebaran ada yang menukar, kami tidak ada," Kata I Nyoman.

Pembatasan ini berlaku untuk semua pecahan, mulai dari pecahan Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 20 Ribu, masing-masing satu pak atau total per orang Rp 3, 7 juta dan total setiap hari maksimal Rp 8,2 miliar. Untuk sementara, pihak Bank Indonesia juga masih membatasi nomor antrian untuk penukaran juga maksimal 600 nomor. Barulah pada tanggal 7 September ke atas akan ditambah menjadi 800 nomor antrian setiap hari.

Hingga kemarin, Bank Indonesia mempunyai cadangan sekitar Rp 1,7 triliun. Dari jumlah tersebut, masing-masing uang pecahan yang masih ada adalah Rp 20 ribu sebanyak Rp 142 miliar, Rp 10 ribu ada Rp 18,4 miliar, Rp 5 ribu ada Rp 16 miliar, pecahan Rp 2 ribu sebanyak Rp 4,4 miliar (di luar dana yang masih disiapkan di Semarang) serta pecahan Rp 1.000 yang belum dikeluarkan sebanyak Rp 2,4 miliar.

"Tahun ini memang di luar kebiasaan Bank Indonesia yang sudah membuka dan menambah loket untuk penukaran uang. Biasanya, penukaran untuk masyarakat baru dibuka setelah dua minggu menjelang penukaran," kata Nyoman.

Selain itu, Bank Indonesia juga mengoptimalkan satu unit mobil keliling yang bekerja dua kali dalam seminggu, yaitu Selasa dan Rabu untuk dalam kota dan sebulan sekali ke luar kota seperti Kulonprogo dan Gunungkidul."Biasanya menyisir pasar-pasar atau dekat keramaian seperti toko atau tempat belanja lainnya. Kapasitas mobil untuk dalam kota biasanya sebesar Rp 75 juta dan Rp 200 juta," imbuhnya.(hes)

Posted by Wawan Kurniawan on 04.35. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented