|

Harga Gula Naik, Petani Tebu Ingin Ikut Nikmati

BANTUL (KR) - Memasuki bulan Ramadan harga gula pasir dan gula Jawa melambung. Tingginya harga itu cukup mengejutkan. Pasalnya di saat bersamaan masa giling pabrik gula masih berlangsung.
"Jadi wajar bila petani tebu berharap ikut menikmati tingginya harga gula pasir tersebut," Hal tersebut disampaikan kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Ir Edy Suhariyanta MM kepada KR, Jumat (28/8).

Edy menambahkan, kenaikan harga gula yang mencapai level Rp 10.000 per kilogram sebenarnya agak sulit dipahami. Hal itu mengingat saat ini pabrik gula di berbagai daerah sedang berlangsung masa giling tebu, termasuk PG Madukismo di Bantul. Itu artinya, sebenarnya persediaan gula dalam negeri cukup tinggi dan seharusnya harga gula normal.

Namun kenyataannya harga gula naik rata-rata Rp 1.000 per kilogram.
Sehingga wajar bila petani tebu sangat berharap memperoleh kenaikan keuntungan dari tingginya harga gula pada masa panen tebu tahun ini. Edy selaku Kepala Dipertahut Bantul sangat mengharapkan hal tersebut. "Tetapi sayangnya tidak semua tanaman tebu di Bantul dikelola petani, tetapi banyak kebun tebu dikelola langsung PG Madukismo," terang Edy. Tingginya harga gula saat ini diharapkan memberikan rasa lega petani tebu sehingga memacu minat petani menanam tebu.

Dalam hal ini, kata Edy, bagi kelompok tani yang melakukan kemitraan budidaya tebu menggunakan pola kemitraan kerja sama usaha (KSU) dapat pula melakukan pendekatan kepada pihak PG untuk meminta bagi hasil penggilingan tebu bukan dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk gula.

Kemudian gula itu dijual sendiri oleh petani di pasar. Tetapi ia tidak menampik, bagi petani yang lahannya disewakan kepada pihak PG harus rela bahwa keuntungan dari kenaikan harga gula sepenuhnya menjadi milik pabrik gula.

Namun bagi konsumen, meski gula pasir sekarang ini sangat mahal, kebutuhan masyarakat tidak bisa mengganti dengan gula Jawa. "Karena pada saat yang sama harga gula Jawa juga mengalami kanaikan harga, bahkan rata-rata setara dengan harga gula pasir yakni berkisar antara Rp 9.500-11.000 per kilogram," terangnya.

Tingginya harga gula Jawa ini ternyata juga tidak sebanding dengan harga kelapa yang dirasa oleh petani terlalu rendah, yakni sekitar Rp 700-1.000 per butir. Kenaikan kedua jenis gula tersebut terjadi pada awal Ramadan benar-benar tidak terduga. Menurutnya, kenaikan harga biasanya terjadi ketika menjelang Lebaran.(M-8)-n

Posted by Wawan Kurniawan on 06.20. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented