|

Pecahan Rp 2 Ribu Resmi Beredar

Stok BI Jogjakarta Hanya Rp 2,5 Miliar
JOGJA - Uang pecahan baru nominal Rp 2 ribu resmi beredar kemarin. Hari pertama beredarnya uang tersebut disambut antusias masyarakat. Hal tersebut ditandai cukup panjangnya antrian orang yang ingin menukarkan uang pecahan Rp 2 ribu di Kantor Bank Indonesia (BI) cabang Jogjakarta.


Tingginya permintaan penukaran uang di hari pertama sudah diprediksi sebelumnya. Karena setiap ada uang baru yang dikeluarkan, biasanya masyarakat pasti mencarinya. Berbarengan dengan dikeluarkannya pecahan uang baru, biasanya BI mengeluarkan Uncut Banknotes yang bisa didapatkan saat pecahan uang baru keluar pertama kali.

Inipun bisa didapatkan oleh masyarakat. Uncut banknotes yang harganya Rp 50 ribu berisi uang nominal Rp 2 ribu sebanyak dua lembar yang tak dipotong lengkap dengan serta sertifikat bukti keaslian. Sementara untuk Rp 80 ribu berisi 4 lembar nominal Rp 2 ribu tanpa dipotong beserta sertifikat bukti keaslian.


"Ini adalah edisi berbeda yang biasanya kerap diburu kolektor. Siapapun bisa mendapatkannya bagi yang berminat pada Uncut Banknotes. Di awal kita mendapat jatah masing-masing lima. Jika ada permintaan, tinggal mendaftar ke BI dan nanti akan minta kiriman dari BI Jakarta," kata Kepala Kas Kantor Bank Indonesia cabang Jogjakarta I Nyoman Dharma S di kantornya kemarin.


Di hari pertama, BI Jogjakarta membatasi jumlah penukaran, hanya sekitar Rp 200 juta. Lantaran stok yang terbatas, pihak BI membatasi penukaran maksimal Rp 200 ribu untuk perorangan dan Rp 10 juta bagi perbankan. Masyarakat sendiri sudah banyak yang mengantri sejak pukul 05.30.


"Pihak BI sendiri memang masih melakukan pembatasan jumlah penukaran. Baik untuk masyarakat maupun internal pegawai BI," kata Nyoman.


Nyoman mengatakan peminat uang baru recehan Rp 2 ribu hanya dilayani setiap senin dan kamis, sesuai jadwal penukaran uang setiap pekannya. Hingga siang, selain warga masyarakat ada tujuh bank yang juga melakukan penukaran uang.


"Kita membatasi membatasi nomor antrian hingga 200 nomor. Biasanya hanya 150 nomor. Khusus hari ini kita tambah. Langkah itu untuk antisipasi tingginya permintaan penukaran uang dari masyarakat," papar Nyoman.


Pada tahap perkenalan, BI Jogjakarta mendapat jatah stok Rp 2,5 miliar. Saat ini, BI Jogjakarta sudah mendapatkan jatah tambahan stok sebesar Rp 4 miliar dan uangnya masih ada di kantor BI Semarang. Tambahan stok tersebut digunakan mengantisipasi tingginya permintaan penukaran menjelang lebaran yang jatuh bulan depan. BI Jogjakarta masih mendapat jatah stok pecahan nominal Rp 1 ribu.


Dikeluarkannya uang pecahan baru Rp 2 ribu ini menandai uang pecahan Rp 1 ribu seri kertas tidak akan dicetak lagi. Tahun depan, BI berencana hanya mencetak uang Rp 1 ribu dalam bentuk logam. "Yang patut dicatat, hadirnya pecahan Rp 2 ribu tidak membuat pecahan Rp 1 ribu ditarik. Hingga sekarang, pecahan nominal Rp 1 ribu seri kertas masih tetap diberlakukan," pungkasnya. (hes)

Posted by Wawan Kurniawan on 15.19. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels