|

Pelantikan DPRD Sleman Diwarnai Aksi Demo

HARIAN JOGJA - SLEMAN: Setelah Gunungkidul, giliran anggota DPRD baru di Sleman, Kota Jogja dan Kulonprogo dilantik. Selain dijaga ketat aparat kepolisian, pelantikan wakil rakyat di Sleman diwarnai dengan aksi demo.
Sementara di Bantul, jelang pelantikan anggota Dewan hari ini, sejumlah anggota lama belum mengembalikan fasilitas. Acara pelantikan anggota DPRD Sleman didemo belasan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sleman.

Kedatangan para mahasiswa ini disambut oleh puluhan aparat keamanan yang memang sejak awal disiagakan untuk mengamankan jalannya acara pelantikan.

Para pendemo yang ingin merapat ke gedung Dewan dipaksa petugas menggelar orasi hanya sampai di depan kantor PLN Sleman atau sekitar 10 meter dari gedung DPRD.

Dalam orasinya para mahasiswa ini meminta agar 50 anggota Dewan terpilih bertanggung jawab dan memenuhi semua janjijanji yang sudah pernah diucapkan saat kampanye dulu.

Selain itu, para pendemo juga meminta kepada anggota dewan terpilih untuk tidak korupsi ketika sudah menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.

"Korupsi telah menyebabkan tidak terealisasikannya hak-hak warga Sleman baik di bidang pendidikan, kesehatan maupun layanan publik lainnya. Korupsi yang dilakukan oleh para pejabat Sleman di masa lalu telah mencoreng wajah kabupaten ini," ujar Kartika Nur Rahman, koordinator aksi demo.

Setelah berjalan cukup lama, akhirnya 4 orang perwakilan pengunjuk-rasa diterima oleh pimpinan sementara yakni ketua Kuswanto dan wakil Sarjono yang didampingi oleh pimpinan Dewan lama Rendradi Suprihandoko di Aula Dewan.

Menghadapi tuntutan mahasiswa, Rendradi Suprihandoko mengatakan pada prinsipnya mereka mendukung semua tuntutan yang disampaikan oleh pengunjuk rasa. Menurut Rendradi selama ini mereka telah memperjuangkan beragai Perda untuk jaminan kesehatan dan pendidikan warga di Sleman.

Di Bantul, sebanyak 45 anggota DPRD Bantul terpilih periode 2009-2014, hari ini resmi dilantik. Sayangnya, belum seluruh anggota Dewan mengembalikan fasilitas penunjang kinerja anggota Dewan, seperti laptop dan mobil dinas.

Sekwan DPRD Bantul, Bambang Guritno mengatakan seluruh anggota Dewan belum mengembalikan laptop dan mobil dinas. Untuk laptop, baru 30 orang anggota Dewan yang telah mengembalikan pada Sekwan.

Pihaknya menyebutkan memberikan deadline pengembalian terakhir pada 8 Agustus mendatang. Bahkan, sebelum pelantikan, pihaknya telah mengirimkan surat pemberitahuan pengembalian mobil operasional dan laptop pada seluruh anggota Dewan.

Kami berikan waktu toleransi pengembalian hingga 8 Agustus. Jika tidak segera dikembalikan, kami akan terus menyurati mereka, hujarnya saat jumpa pers di DPRD Bantul, Rabu (12/8).

Di Kota Jogja, Ketua DPRD Sementara, Henry Kuncoroyekti menyatakan dalam tampuk kepemimpinan anggota DPRD periode 2009-2014 akan dilakukan sebuah revolusi besar.Yakni pengawasan terhadap kinerja eksekutif (pemerintah) yang selama ini dirasakan masih cukup longgar.(Esdras Idialfero Ginting, Shinta Maharani & Yuspita Anjar Palupi)

Posted by Wawan Kurniawan on 17.48. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels