|

Tambahan PAD, Trans Jogja dan Shelter Dipasangi Iklan

RADAR JOGJA - Bus Trans Jogja dan Shelter atau tempat pemberhentian yang biasanya dipakai untuk berhenti Trans Jogja akan dipasangi iklan komersial. Ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) No 37 tahun 2009 tentang penyelenggaraan reklame di shelter dan bus Trans Jogja dan diberlakukan sejak 24 Agustus 2009 lalu.

Harapannya, dengan merealisasikan cara tersebut, maka akan mengoptimalkan pemanfaatan shelter dan bus Trans Jogja untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Angkutan pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) DIJ Sigit Haryanto baru-baru ini. "Pihak manapun bisa melakukan pemasangan iklan dengan tarif dan ketentuan yang telah ditetapkan. iklan komersial shelter dan Trans Jogja ini sebagai tindak lanjut dari banyaknya permintaan perusahaan yang ingin memasang iklan di kendaraan transportasi di Kota Jogja ini," kata Sigit.

Sigit menambahkan ada dua hal yang mesti diperhatikan terkait dengan pemasangan reklame di shelter. Yakni ada dua jenis, bersifat semi permanen dan sementara. Semi permanen adalah pemasangan media reklame dalam jangka waktu minimal satu tahun dan maksimal dua tahun dan bisa diperpanjang. "Kita mengatur penempatannya ada di ruang sebelah atas shelter dan bidang pada dinding kaca serta plat besi di luar dan dalam shelter," jelasnya.

Sedang yang bersifat sementara dihitung dalam jangka waktu hari pemasangan atau jumlah lembar. Iklan ini berbentuk leaflet, back drop (banner), brosur dan media lain dan penempatannya berada di papan informasi atau ruang dalam shelter.

Untuk reklame yang dipasang di Bus Trans Jogja, juga dibagi dalam jenis yang sama. Semi permanen dihitung jangka waktu minimalnya satu tahun dan maksimal dua tahun. Sedangkan yang sementara dihitung dalam jangka waktu satu tahun berdasar hari pemasangan.

"Yang bersifat semi permanen penempelannya di sisi belakang bus, sebelah kanan dan kiri bus selain kaca dan sebagian sisi sebelah depan bus. Sedang yang sementara, dibuat dalam bentuk suara atau peletakan brosur di kursi, handrail (pegangan tangan penumpang) serta sisi dan ruang sebelah dalam bus," kata Sigit. (hes)

Posted by Wawan Kurniawan on 04.36. Filed under , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels