|

Dewan Desak BKD Umumkan Hasil Ujian CPNS

Masyarakat Inginkan Transparansi
SLEMAN - Ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) kabupaten Sleman baru akan dilaksanakan pada hari Minggu, 22 November 2009. Namun, arus tuntutan transparansi terhadap hasil ujian terus mengalir dari para calon peserta. Hal itupun menggugah anggota komisi A DPRD Sleman yang membidangi pemerintahan, turut angkat bicara.

Salah seorang pelamar CPNS mengatakan transparansi sangat penting agar tidak terjadi pembohongan publik di mata masyarakat. "Seperti sudah menjadi wacana umum setiap ada lowongan CPNS, pasti muncul 'titipan' dari pejabat-pejabat tertentu," katanya, kemarin (15/11). Ferdianto, 23, pelamar lainnya mengaku pengumuman hasil ujian CPNS secara menyeluruh cukup ribet. Tapi, jika hal itu tidak dilakukan akan merugikan para pelamar. "Jelas rugi dong kami selaku peserta. Tapi masalah KKN kan memang sudah tidak awam lagi karena telah mendarah daging," ujar salah satu peserta try out CPNS yang diselenggarakan Radar Jogja di GOR UII, kemarin. Tudingan miring dari para pelamar CPNS itu agaknya membuat kalangan DPRD Sleman gerah. Wakil Ketua Komisi A DPRD Sleman Hendrawan Astono mendesak panitia seleksi CPNS dari badan kepegawaian daerah (BKD) bertindak profesional dan menghormati harapan masyarakat. Khususnya para pelamar. "Hasil ujian harus diumumkan berdasarkan rangking. Tak hanya yang lolos saja. Peserta yang tidak lolos pun harus dicantumkan dalam pengumuman," pinta politisi PKS itu. Pengumuman, kata Hendrawan sebisa mungkin diumumkan melalui media massa, jika BKD tidak mau mengumumkan dengan memasang plakat di areal kantor yang terletak persis di sebelah selatan kantor dewan Sleman itu. "Masak hanya mengumumkan di papan kok tidak bisa. Alasan tidak ada tempat, jelas tidak masuk akal. Areal BKD kan luas. Kalau perlu pengumuman dipasang di beberapa titik, biar bisa menyeluruh," tandasnya.

Kecurigaan Hendrawan berawal usai rapat kerja dengan BKD pada minggu lalu. Saat itu, BKD selalu mengelak dan merasa keberatan untuk mengumumkan hasil ujian CPNS secara terbuka. Hendrawan menilai hal itu berpotensi adanya celah untuk praktek KKN (kolusi, korupsi, dan nepotisme) dalam penyaringan CPNS di wilayah Sleman. Tak hanya itu, meski bekerjasama dengan pihak Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan dijamin kerahasiaannya oleh rektor kampus tersebut, menurut Hendrawan tetap masih ada celah kebocoran soal. Apalagi, soal dan hasil ujian harus mendapat penetapan dari bupati atau walikota. Sekali lagi , Hendrawan mendesak BKD agar menunjukkan sikap konkret dalam pelaksanaan ujian CPNS. "Jadi, jangan hanya imbauan waspada calo saja. Buktikan kalau Sleman benar-benar transparan. Umumkan hasil ujian CPNS secara terbuka berdasar rangking," tegasnya. Hingga berita ini diturunkan, Ketua BKD Iswoyo Hadiwarno belum bisa dikonfirmasi. Sekretaris BKD I Wayan Gundana mengaku tidak berwenang memberikan penjelasan terkait pelaksanaan ujian CPNS. "Kami sudah berkomitmen, keterangan harus dari satu pintu melalui kepala BKD," dalihnya.

Sementara itu, dari total pendaftar online sebanyak 8526 pelamar, hanya 6.518 orang yang mengembalikan berkas. Dari jumlah terrsebut sebanyak 634 dinyatakan tidak lolos administrasi. Bagi peserta lolos berhak mengikuti seleksi ujian tertulis. Pelamar yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi bisa mengambil Kartu Tanda Peserta Ujian (KTPU) di Badan Kepegawaian daerah (BKD) sekaligus bisa mengetahui lokasi testnya mulai tanggal Rabu, 18 November2009 s/d Kamis, 19 November 2009 dari jam 08:00 s/d 14:00 wib. Lokasi test juga bisa diakses melalui Lokasi ujian dapat dilihat di website http://cpns.slemankab.go.id.(yog)

Posted by Wawan Kurniawan on 14.57. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels