|

Angkutan Pemadu Moda Diresmikan

DEPOK: Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi meresmikan angkutan pemadu moda Bandara Adisutjipto, dan menyerahkan bus perintis untuk daerah terpencil, Sabtu (19/12), di Bandara Adisutjipto, Sleman.

Keberadaan angkutan pemadu moda bertujuan melayani penumpang dari bandara ke terminal sedangkan bus perintis berfungsi menjangkau wilayah terpencil yang terisolasi dari angkutan umum.

Dalam kesempatan itu, Menhub meresmikan 12 moda pemadu angkutan, terdiri dari enam bus berukuran sedang jurusan Bandara Adisutjipto-Hotel Patra Kebumen dan enam bus ukuran sedang jurusan Bandara Adisutjipto-Hotel Wisata Magelang. Menhub juga menyerahkan 78 unit bus angkutan perintis ke Perum Damri sebagai operator.

Menurut Freddy keberadaan angkutan pemadu moda Bandara Adisutjipto merupakan wujud keterpaduan moda transportasi darat dan udara. Dia berharap, keberadaan angkutan pemadu moda dapat memudahkan masyarakat dalam bepergian dengan moda angkutan apapun.

Menhub menambahkan, pengadaan angkutan perintis berguna untuk membuka berbagai jalur transportasi di berbagai daerah yang masih terisolasi. Menurutnya, masih banyak daerah di Indonesia yang belum memiliki angkutan umum yang memadai. Freddy berharap angkutan perintis dapat berkembang dengan baik dan melayani masyarakat.

”Pemeliharaan angkutan perintis sangat penting. Harus ada koordinasi yang baik dalam pemeliharaan, jangan hanya bergantung pada pemerintah. Pemerintah tidak bisa terus menerus menjadi Sinterklas,” katanya.

Sementara itu Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Suroyo Alimoeso menuturkan, selain di Jogja, angkutan pemadu moda juga telah beroperasi di sejumlah Bandara di Jakarta, Makasar, Surabaya, dan Ternate. Angkutan pemadu moda yang beroperasi di Bandara Adisutjipto akan melayani rute menuju Magelang dan Kebumen.

Angkutan itu tidak akan melintasi terminal sebagaimana bus lain. Tarif angkutan pemadu moda menuju Magelang sebesar Rp35.000 sedangkan menuju Kebumen sebesar Rp55.000. Waktu operasi pemadu moda rute Magelang tiap hari dari pukul 04.00-20.30 WIB. Sementara, waktu operasi pemadu moda rute Kebumen dimulai pukul 03.30-17.00 WIB tiap hari.

Adapun, jumlah angkutan perintis untuk daerah terpencil selama enam tahun terakhir mencapai 340 armada yang melayani 128 jaringan trayek di 21 provinsi. Tahun ini pihaknya menambah 78 unit kepada Perum Damri selaku operator angkutan itu. Subsidi pengadaan 78 angkutan perintis daerah terpencil pada 2009 mencapai Rp47,882 miliar.

”Angkutan perintis akan beroperasi di berbagai wilayah di seluruh Indonesia yang masih terisolasi. Keberadan angkutan perintis akan memudahkan masyarakat daerah terpencil untuk menjangkau daerah lain,” ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika DIY, Mulyadi Hadikusumo mengatakan berdasar survei, masyarakat Jawa bagian Selatan membutuhkan angkutan pemadu moda karena banyak yang menggunakan pesawat. Saat ini, angkutan pemadu moda hanya melayani Magelang dan Kebumen. Selanjutnya, pihaknya menargetkan pengadaan angkutan serupa untuk melayani wilayah Pacitan.

”Sementara, untuk angkutan perintis, DIY mendapat bantuan empat unit. Kami akan mengoperasikan di wilayah selatan, Kabupaten Gunungkidul karena di wilayah itu tidak ada angkutan umum. Masyarakat setempat hanya menggunakan ojek dan angkutan plat hitam,” katanya.

Oleh Budi Cahyana
Harian Jogja

Posted by Wawan Kurniawan on 06.05. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented