|

Ayam Tiren Beredar di Jogja

WATES: Ratusan ayam bangkai atau ayam tiren siap jual disita Polres Kulonprogo, Sabtu (16/1) malam. Polisi juga menahan Rubini, (44) warga Dusun Kalisoko, Desa Margosari Pengasih yang bertanggung jawab atas kepemilikan ratusan ayam tiren tersebut. Diperkirakan usaha itu memiliki omzet jutaan rupiah setiap harinya.

Ratusan ayam tidak layak konsumsi tersebut, ditemukan petugas kepolisian dari hasil penggrebekan di rumah tersangka Rubini yang sekaligus dijadikan sebagai tempat pengolahan ayam tiren untuk konsumsi masyarakat. Dalam penggrebekan, petugas berhasil menyita 40 ekor ayam bangkai yang telah diolah dan siap dijual, dan sebagian sudah dikemas.

Selain itu juga disita 60 ekor ayam mentah, berikut peralatan masak yang digunakan tersangka untuk mengolah ayam tiren. Berdasarkan pengakuan tersangka, ayam bangkai tersebut diperoleh dari peternak ayam yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Kulonprogo secara cuma-cuma.

Tersangka mengaku memperoleh itu dengan dalih akan dijadikan campuran makanan untuk perikanan dan peternakan. Tersangka mengaku sudah sejak 5 tahun lalu menjual ayam bangkai konsumsi ke pasar Gamping dan Stasiun Lempuyangan Kota Jogja.

Dalam pemeriksaan tersangka juga mengaku untuk mengolah ayam bangkai tersebut terlebih dahulu dicampur pewarna kuning agar terlihat segar guna mengelabui pembeli. Berbeda dengan ayam segar, satu ekor daging ayam bangkai olahan dijual dengan harga jauh lebih murah antara Rp10.000 sampai Rp12.000 per ekor sesuai dengan besar kecilnya ayam.

Padahal ayam yang segar biasanya harganya mencapai sekitar Rp18.000 per ekor. Menurut AKP Ris Supriyanto perwira pengawas Polres Kulonprogo, terbongkarnya pengolahan ayam bangkai ini berawal dari kecurigaan warga sekitar yang sering mencium bau tak sedap di tempat tersebut.

Setelah itu Polres menetapkan sebagai target penggrebekan. “Tindakan pelaku ini sangat meresahkan warga, di samping itu merugikan masyarakat secara massal akibat tindakannya,” kata Ris Supriyanto. Ia juga mensinyalir ada banyak pasar tujuan peredaran ayam tiren karena hasil pemeriksaan omsetnya, mencapai jutaan rupiah. (vim)

Posted by Wawan Kurniawan on 20.50. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented