|

Lagi, Ditemukan Lingga - Yoni di Candi Kimpulan

RADAR JOGJA - SLEMAN - Satu lagi keunikan Candi Kimpulan ditemukan di areal kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja, kemarin (12/1). Temuan itu berupa lingga yoni di Candi Perwara yang berada di sebelah timur bangunan candi induk. Lingga yoni ditemukan di kotak grit C II, sekitar pukul 11.00.

Tak hanya itu, letak lingga yoni yang sejajar dengan dua lapik (tempat sesajian), Nandi (arca sapi), dan bak penampungan air merupakan yang pertama kali ditemukan tim ekskavasi dari Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) DIJ.

''Itulah keunikannya. Ada lingga yoni di Candi Perwara dan posisinya sejajar dengan bak air. Biasanya bak berada agak di belakang lingga yoni. Prediksi saya, ada dua macam ritual pemujaan di candi ini. Yakni di candi induk dan perwara,'' ungkap Ketua Tim Ekskavasi BP3 Jogja Indung Panca Putra, di sela ekskavasi, kemarin (12/1).

Menurut Indung, ritual di Candi Perwara bersifat lebih kecil dan biasa dilakukan secara rutin dan berkala. Sedangkan di candi induk, ritual hanya dilakukan pada hal-hal tertentu. ''Misalnya saat hari besar agama,'' katanya.

Indikasi itu ditunjukkan dengan tidak adanya tangga masuk menuju candi induk. Pintu masuknya juga terlalu kecil, berukuran 60 cm sehingga tidak semua pendeta bisa masuk ke candi induk. Ini juga berlaku pada Candi Perwara.

Indikasi lain, ditemukannya bak penampungan air bebentuk kotak dengan ukuran 75 cm x 75 cm, sedalam 50 cm. Air, kata Indung, memang sangat dominan dalam setiap pemujaan. Tak ayal, banyak candi ditemukan selalu berdekatan dengan sumber air. ''Temuan bak itu yang mendukung interpretasi saya adanya dua pemujaan,'' katanya.

Diceritakan Indung, dalam prosesi pemujaan, air digunakan untuk membersihkan (mensucikan) arca Nandi serta lingga yoni. Air keluaran dari talang lingga itulah yang disebut air suci. ''Cuma, saya herannya kok ada dua lapik mengapit Nandi. Bekas gosong juga tidak ada. Biasanya lapik untuk menaruh dupa. Ya, mungkin saja terkikis lahar,'' ujar Indung yang mengaku semula berharap menemukan bak air, namun justru lingga yoni yang ditemukan di grit C II.

Selain penemuan lingga yoni di Candi Perwara, keunikan lain berupa arca Ganesha di dalam pagar langkan dan bentuk candi perwara yang berupa persegi panjang berukuran 6 meter x 4 meter. Sedangkan candi induk luasnya 6 meter x 6 meter. Biasanya Candi Perwara berukuran lebih kecil dari induk dan berbentuk kotak.

Pada bagian lain Indung menuturkan, setelah ekskavasi selesai, demi pengamanan, pihaknya akan memindahkan arca Ganesha dan lingga yoni. Rencana itu muncul setelah ada instruksi dari Dirjen Kepurbakalaan di Jakarta. Sebab, penemuan Candi di UII dinilai telah mengalami booming.

''Itu pada hari terakhir ekskavasi. Masih lama. Nanti akan dibicarakan lagi, apakah UII yang akan menyimpan arca, monggo. Kalau tidak, artinya BP3 yang akan menyimpannya,'' papar Indung.

Indung belum bisa memprediksi kapan hari terakhir ekskavasi. Selain itu, BP3 juga mendapat instruksi agar perpustakaan yang sedianya dibangun di lokasi penemuan candi direlokasi di tempat terpisah.

Soal pengamanan sementara, arca Ganesha akan ditampakkan sedikit demi sedikit. ''Sebenarnya ini prosedur biasa. Tapi kami tetap harus waspada. Apalagi jumlah satpam hanya lima,'' tutur Indung yang juga Kapokja Perlindungan BP3 DIJ.

Ketua Bidang Bisnis Yayasan badan Wakaf UII Suwarsono menyatakan, pihaknya siap menyimpan dan mengamankan semua benda purbakala yang ditemukan di areal yang sedianya didirikan perpustakaan itu. Soal relokasi perpustakaan, Suwarsono menyatakan siap. ''Ya relokasi sekaligus redesain,'' ujar Suwarsono yang mantan dekan Fakultas Ekonomi UII.

Rencana awal, imbuh Suwarsono, bestek perpustakaan akan dibangun berbentuk huruf L, U, atau setengah O. Areal candi menjadi halaman depan perpustakaan. (yog)

Posted by Wawan Kurniawan on 18.50. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented