|

MUI DIY Imbau Masyarakat Tak Rayakan Valentine Day

YOGYA (KRjogja.com) - Meski tidak mengharamkan Valentine Day, namun MUI DIY mengimbau kepada masyarakat untuk tidak merayakannya. Pasalnya karena hari kasih sayang tersebut merupakan budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Sekretaris MUI DIY, Ahmad Muhsin Kamaludiningrat menegaskan, Valentine Day yang jatuh pada Minggu (14/2) besok, lebih condong pada syahwat antara dua insan yang berbeda jenis. Hal tersebut sama sekali tidak bisa dibenarkan dalam Islam.

"Itu adalah budaya barat yang masuk ke Indonesia. Budaya tersebut sangat bertentangan dengan konsep budaya Indonesia maupun Islam. Hari Valentine sudah menjadi konotasi sebagai peluang dalam mengungkapkan cinta dan syahwat (nafsu.red)," terangnya saat dihubungi KRjogja.com, Kamis (11/2). Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemuda di DIY, agar tidak merayakan peringatan tersebut. Menurutnya, kasih sayang harus dimaknai dengan rahmat, bukan syahwat.

"Islam sangat mengenal kasih sayang, yakni dalam arti rahmat. Seperti kasih sayang anak terhadap orang tua, kemudian istri dengan suami atau sebaliknya. Bukan cinta sepasang pemuda yang sedang memadu kasih, karena itu adalah syahwat. Dan, kasih sayang dalam Islam tersebut tidak mengenal hari," tandas Ahmad Muhsin.

Terkait dengan hukum hari Valentine itu sendiri, MUI DIY tidak bisa mengharamkannya. Karena untuk menjatuhkan dalam hukum haram, membutuhkan kajian yang lebih dalam. "Yang kami soroti adalah sikap para pemuda kebanyakan yang melakukan hal-hal yang menjurus pada perbuatan zina pada hari Valentine tersebut. Nah, perbuatan ini adalah haram hukumnya, karena sudah jelas nash (hadist.red) nya. Kalau hukum valentine itu sendiri, kami tidak bisa langsung mengharamkan," terang Ahmad Muhsin. (Dhi)

Posted by Wawan Kurniawan on 21.40. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels