|

Pertegas CAFTA, Bentuk Kelompok Kerja

RADAR JOGJA - Indonesia memastikan tidak akan keluar dari komitmen pasar bebas ASEAN-China (CAFTA) yang dimulai Januari lalu. Justru yang dilakukan, Indonesia akan terus mendorong diberlakukannya komitmen tersebut.

"Kita mendorong komitmen kedua pihak dan berusaha merealisasikan lebih kongkrit lagi dalam bentuk kelompok kerja. Sehingga setiap permasalahan muncul bisa segera diantisipasi," kata Menteri Perdagangan Indonesia Mari Elka Pangestu usai mengadakan pertemuan dengan Manteri Perdagangan RRT Chen Deming di Hotel Sheraton kemarin.

Pertemuan atau joint commission meeting Indonesia-RRT ke-10 tersebut juga menyepakati mengadakan langkah perkuatan kemitraan setrategis RI-RRT. Kedua delegasi juga membahas finalisasi Agreement on Expanding and Deepening Bilateral Economic and Trade Cooperation, kerjasama bidang standar produk, capacity building atau bantuan teknis di bidang industri perkapalan dan kemungkinan kerjasama sektor tekstil dan produk tekstil, mesin, finalisasi dan persetujuan pembukaan cabang Bank Mandiri di RRT.

"Termasuk juga implementasi Preferential Export Buyer's Credit, partisipasi perusahaan China di pembangkit listrik 10 ribu MW tahap kedua setelah sebelumnya berjalan lancar untuk 10 ribu MW tahap pertama. Nantinya, Indonesia juga akan berpartisipasi alam World Expo Shanhai 2010 dan Country Honor di ASEAN China Expo Nanning dan implementasi ASEAN-China Free Trade Agreement," papar Mari Elka.

Lebih lanjut, Mari mengatakan kepastian Indonesia tetap sepakat dan ikut dalam kelanjutan kawasan perdagangan bebas ASEAN-China (CAFTA), kedua negara yaitu Indonesia dan China sepakat pemberlakukan ini harus saling menguntungkan dan seimbang. Seandainya ada permasalahan yang muncul maka akan dibicarakan lagi oleh kedua belah pihak.

"Bagi Indonesia, setahun terakhir ini ekspor dan impor ke dan dari Cina mengalami angka yang menguntungkan Indonesia. Kedepannya, Departemen perdagangan berusaha memperjuangkan agar buah-buah tropis seperti pisang, nanas, rambutan dan lainnya serta sarang burung walet Indonesia bisa masuk ke pasar RRT," katanya.

Bahkan, RRT juga menyetujui permintaan Indonesia untuk membuka cabang Bank Mandiri di negara tirai bambu ini. Karena pembukaan kantor cabang tersebut bisa memperkuat hubungan dan transaksi perbankan bisa langsung.

Menteri Perdagangan Indonesia mengungkapkan kedua belah pihak menyetujui untuk memaksimalkan penggunaan pinjaman kredit ekspor preferensial sebesar 1,8 miliar dollar Amerika dan pinjaman konsesi pemerintah sebesar 1,8 miliar RMB yang akan digunakan oleh Indonesia untuk mengembangkan proyek infrastruktur.

"Kita sudah menyelesaikan Proyek Jembatan Suramadu dan Pembangkit Listrik Tenaga Batubara Labuhan Angin. Kini, sudah ada enam proyek baru yang telah disetujui kedua pihak. Yakni pembangkit listrik tenaga uap Parit Baru, Kalimantan Barat, pengadaan material untuk jalur sepanjang 1.000 kilometer, konstruksi jalan tol Medan - Kuala Namu, Jembatan Tayu, Kalimantan barat, Jembatan Kendari dan lainnya," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah hasil kesepakatan akan ditandatangani saat kunjungan Perdana Menteri China Wen Jiabo ke Indonesia, akhir bulan ini.

Isu lain yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah isu kerjasama bilateral. Diantaranya kerjasama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan China Exim Bank (CEB). Pihak CEB memberikan pinjaman sebesar 100 juta dollar Amerika kepada LPEI.

"Saat ini, LPEI tengah melakukan finalisasi MoU dengan Industrial & Commercial Bank of China (ICBC) untuk memberikan kredit sebesar 250 juta dollar Amerika kepada LPEI," kata Mari Elka.

Pinjaman tersebut akan digunakan LPEI sebagai fasilitas kredit untuk mendukung perusahaan di kedua negara yang berkaitan dengan proyek-proyek perdagangan dan investasi berbagai sektor prioritas yang disetujui kedua belah pihak. Termasuk perdagangan dan investasi barang modal, proyek infrastruktur, energi dan konstruksi.(hes)

Posted by Wawan Kurniawan on 07.02. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels