|

Teliti Limbah Teh Hitam, Siswi UGM Mendunia


Daning menemukan limbah teh hitam bisa mengurangi dampak gas metan yang merusak ozon.
VIVAnews - Mahasiswa UGM menorehkan prestasi yang membanggakan di tingkat internasional. Dewi Ratih Ayu Daning, mahasiswi Fakultas Peternakan UGM berhasil menjadi jawara dalam Altech Young Scientis yang diselenggarakan oleh Altech.

Daning, nama akrabnya, menyabet dua kemenangan sekaligus. Dia terpilih sebagai The 1st Place Undergraduate Country Winner for Indonesia dengan menyisihkan 80 kandidat. Selanjutnya pada bulan Februari lalu ia bersaing di tingkat Asia Pasifik sukses menyabet peringkat pertama mengalahkan 1.000 kandidat se-Asia Pasifik.

Berkat keberhasilan tersebut, pada 16-19 Mei mendatang Daning akan melaju di tingkat dunia. Dia akan mempersentasikan hasil penelitiannya di hadapan Altech’s 26th International Animal Health and Nutrition Syimposium di Kentucy, Amerika Serikat. Dia akan bersaing dengan perwakilan dari Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, dan Afrika.

Keberhasilan mahasiswi Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak ini meraih prestasi tersebut berkat penelitiannya tentang pemanfaatan teh hitam untuk menurunkan kandungan gas metan pada fermentasi rumen ruminansia.

Penelitiannya ini diawali dari keprihatinannya terhadap pemanasan global yang melanda berbagai negara. Seperti diketahui gas metan merupakan polutan yang menimbulkan kerusakan lapisan ozon serta pemanasan global.

Dikatakan Daning, dalam hal ini ternak ruminansia -- ternah memamah biak --- merupakan penghasil 20% total gas metan di dunia. Guna mengurangi produksi gas metan pada ruminansia dara kelahiran Malang, 19 Desember 1988 ini mencoba mencari solusi yang mampu menciptakan peternakan yang ramah lingkungan.

Daning menawarkan sebuah terobosan yaitu menambahkan limbah teh hitam pada pakan ruminansia. “Teh hitam mengandung senyawa tannin (1,59%) yang mampu menekan tumbuhnya bakteri penghasil gas metan seperti protozoa dan bakteri metanogenik,” paparnya di ruang Fortakgama UGM, Selasa, 20 April 2010.

Daning menjelaskan, teh hitam pada pakan ternak terbukti mampu menurunkan produksi gas metan pada ternak secara signifikan. Dari hasil uji laboratorium, lanjutnya, dengan penambahan 6 mg tannin jumlah protozoa dalam rumen ternak mengalami penurunan sampai 34% dan produksi gas metan turun hingga 62%. Enam milligram senyawa tannin diperoleh dari 0,1 gram limbah teh hitam dan 0,3 gram pakan hijauan(rumput raja dan konsentrat).

Lebih lanjut dikatakan Daning, dengan penambahan sebanyak tiga miligram limbah teh hitam kedalam pakan ternak gas metan yang diproduksi hanya sebesar 1,35 mg. Sementara pada ternak yang pakannya tidak ditambahkan limbah teh hitam, hanya menggunakan hijauan menghasilkan metan yang lebih banyak yaitu sebesar 4 mg gas metan.

“Jadi untuk mengurangi produksi metan tidak harus menjadi seorang vegetarian, cukup dengan menggunakan limbah teh hitam yang selama ini belum begitu dimanfaatkan,” jelasnya (mt)

Laporan: KDW| Yogyakarta

Posted by Wawan Kurniawan on 01.42. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels