|

Peringatan Hardiknas DIY, Sekaligus Pembukaan Liga Pelajar Indonesia

YOGYA (KRjogja.com) - Upacara peringatan hari pendidikan nasional DIY pagi ini dilangsungkan di stadion Mandala Krida YOgyakarta. Acara ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari siswa SMP hingga SMA, mahasiswa, guru, dan pejabat. Upacara dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi DIY, Tavip Agus Rayanto. Seusai upacara hardiknas, dilangsungkan pula upacara pembukaan Liga Pelajar Indonesia (LPI) yang berlangsung 3 hingga 10 Mei di DIY.

Inspektur upacara ketika membaca sambutan Mendiknas Muhammad Nuh menjealaskan, ada tiga makna penting di dalam peringatan hardiknas setiap tahun di Indonesia. KEtiganya adalah untuk merenungkan perjalanan langkah panjang Bangsa Indonesia, mengitrospeksi apa yang
telah dilakukan dalam menjalankan program pendidikan, dan memperspektifkan aa yang telah dilakukan untuk masa depan yang lebih baik.

Peringatan hardiknas setiap tahun hendaknya bukan hanya seremonial belaka, tetapi untuk memompa semangat kita, sehingga harus ada rekontekstualitas sesuai dengan zamannya," ujarnya.

Ia melanjutkan, tema HArdiknas tahun ini adalah Pandidikan Karakter untuk Membanguan Keberadaban bangsa. Untuk itu, menurutnya proses pendidikan harus mampu membangkitkan optimisme, percaya diri, dan membuat bangsa Indonesia mampu berusaha keras.

"Untuk UN, kita mengkampanyekan penyelenggaraan yang jujur dan berprestasi. Hasilnya akan terus kita evaluasi dan disempurnakan. Ini untuk perbaikan menentukan pendidikan ke depan," ujarnya.

Sementara, di dalam pembukaan LPI, Triadi Mulkan selaku ketua panitia penyelenggara menjealskan, LPI diikuti oleh delapan besar pemenang di tingkat kabupaten/kota di Indonesia. Liga yang mempertandingan cabang olahraga sepakbola ini diikuti oleh 8 tim SMP, 8 tim SMA, dan 8 tim perguruan tinggi. Pelaksanaan kompetisi akan dilangsungkan di stadion MAndala Krida Yogya, Stadion Sultan Agung BAntul, Lapangan Pancasila UGM, dan Lapangan Maguwoharjo Sleman. "Salah satu tujuannya adalah membangun karakter anak bangsa yang sehat jasmani dan rohani, serta menyiapkan talenta-talenta muda di bidang sepakbola di tingkat nasional," jelasnya. (Den)

Posted by Wawan Kurniawan on 19.29. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels