|

Terbukti Curang, satu Peserta SNMPTN UGM Dipastikan Tak Lolos

YOGYA (KRjogja.com) - Salah satu peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang mengikuti ujian di Fakultas Kedokteran Hewan UGM, pada Kamis (17/6) lalu, terbukti telah melakukan kecurangan dengan membawa alat komunikasi kedalam ruangan. Atas kejadian tersebut, peserta ujian berinisial KS (18) dipastikan tidak akan lolos seleksi karena berkas hasil ujiannya tidak akan diproses.

Koordinator Panitia Lokal SNMPTN DIY Dr. Ir. Budi Prasetyo Widyobroto mengungkapkan, kecurangan yang dilakukan oleh peserta SNMPTN tersebut bisa dikategorikan dalam 2 jenis pelanggaran. Pertama adalah secara akademis, perbuatan tersebut jelas masuk dalam kategori kecurangan dan akan dimasukkan dalam berita acara ujian. Secara otomatis, peserta yang bersangkutan tidak akan lolos seleksi karena berkasnya tidak akan diproses lebih lanjut.

"Selain itu, dari kasus tersebut berarti telah tyerindikasi adanya praktek perjokian. Namun untuk hal tersebut kami menyerahkan penanganannya pada Satuan Keamanan dan Keselamatan Kampus (SKKK) UGM untuk diproses ke pihak yang berwajib. Jika memang terbukti ada pelanggaran pidana, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya kepada KRjogja.com di Yogyakarta, Jumat (18/6).

Menurutnya, keputusan mengenai lolos atau tidaknya peserta ujian tersebut nantinya akan ditentukan oleh panitia SNMPTN pusat. Pihak panitia lokal UGM hanya akan mengirimkan berita acara bahwa peserta tersebut telah berbuat curang.

"Mestinya secara otomatis memang tidak lolos. Karena dalam ujian itu kan masing-masing ada aturan. Seperti dalam UM UGM misalnya ada ketentuan yang dapat menggugurkan kesempatan siswa untuk lolos, diantaranya datang terlambat, terjadi komunikasi dengan alat yang dilarang, menggunakan joki dan lainnya. Bagitu pula dengan SNMPTN memiliki ketentuan yang telah diatur," ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, KS peserta asal Jakarta terbukti telah melakukan kecurangan dengan membawa alat komunikasi berupa 2 buah handphone dan 2 perangkat headset kedalam ruangan saat pelaksanaan ujian SNMPTN di lingkungan UGM. Ia merupakan peserta jurusan IPA yang mendaftar di Fakultas Kedokteran Unpad dan Undip dan disinyalir berbuat curang saat handphone yang ia bawa sempat berbunyi ketika ujian berlangsung.

Sementara itu, dari laporan pelaksanaan SNMPTN beberapa waktu lalu, terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan. "Ada laporan dari UIN bahwa terdapat peserta yang membawa soal ujian keluar ruangan. Padahal semestinya hal tersebut tidak diperbolehkan. Kalau dugaan perjokian sementara baru ditemukan di UGM. Sedangkan laporan lain mungkin hanya terkait beberapa peserta yang absen yang jumlahnya sekitar 100-an orang," imbuhnya. (Ran)



Posted by Wawan Kurniawan on 16.00. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels