|

Australia Hentikan Ekspor Sapi, Peternak 'Tersenyum'

YOGYA (KRjogja.com) - Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) yang berlangsung di Benteng Vredeburg, 20 hingga 30 Juni mendatang akan dijadikan momentum kebangkitan industr kreatif khususnya dibidang kerajinan. Upaya yang dilakukan dengan menyediakan lahan seluas 160 m2 di area Pasar Seni dengan memamerkan produk-produk yang seluruhnya merupakan kerajinan berkualitas eksport namun harganya dijual mengikuti pangsa lokal.


"Seluruh produk yang nantinya di display akan diseleksi. Harus memiliki nilai seni, mempunyai kualitas yang bagus dan murni produk lokal. Untuk harga akan diberlakukan hot sale," kata Ketua Umum FKY, Timbul Raharjo di Yogyakarta, Kamis (9/6).



Timbul mengungkapkan mereka yang nantinya berhak untuk menempati pafiliun merupakan anggota dari Asosisasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) yang jumlahnya sekitar 20 perajin. Selain itu, pihaknya juga menyediakan space khusus bagi pelaku bisnis mebel yang menjadi korban secara langsung letusan Gunung Merapi, beberapa waktu lalu.


"Produk yang ditawarkan adalah gazebo yang diambil dari kayu-kayu yang sempat terbakar kena awan panas," ujarnya.


Agar tingkat transaksi berjalan seperti yang diharapkan, pihaknya mengundang buyer-buyer nasional dan internasional. Diakui dalam event ini tidak ada target khusus secara nominal. Alasannya, ini merupakan event pertama. Namun demikian, melalui cara ini, setidaknya masyarakat Indonesia pada lebih melek akan produk local.


"Selama ini masyarakat sudah terhipnotis dengan produk asing khususnya dari China. Sehingga mereka tidak bisa membedakan. Karena mereka telah dibutakan dengan harga yang lebih miring tapi kualitas belum tentu," urainya.


Ketua Asmindo Yogyakarta, Yuli Sugianto menambahkan, pasca pemberlakuan perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA), produk-produk lokal nyaris tersingkir. Mereka tidak mampu bersaing secara harga mengingat produk China relatif lebih murah. Namun demikian, pengusaha lokal tidak perlu pesimis. Tetap ada cara untuk bangkit. Salah satunya melalui promosi secara terus menerus.


"Ini juga tantangan bagi kami untuk menunjukan bahwa produk lokal memiliki kelas tersendiri dengan kualitas yang justru diminati oleh pasar internasional," ungkapnya.


Yuli menjelaskan FKY merupakan event yang sangat tepat sebagai sarana promosi. Mengingat acara tahunan ini selalu dipadati pengunjung dan sudah menjadi agenda wisata nasional dan internasional.


Event ini diharapkan juga bisa mengetuk pemerintah untuk lebih perhatian dan paham akan kebutuhan dunia usaha khususnya mereka yang bergerak di bidang kerajinan dan mebel.(Fir)





Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction


Stop Australian Beef Export, Farmers 'Smile'


YOGYA (KRjogja.com) - Yogyakarta Arts Festival (FKY) which took place in Fort Vredeburg, 20 to 30 June will be the momentum of rise of the creative industr especially in the field of handicrafts. Efforts are made to provide a land area of ​​160 m2 in area art market by showing that all products are export-quality handicrafts, but followed the share price is sold locally.


"All the products on display will be selected later. Must have artistic value, have good quality and genuine local products. For sale price will be applied hot," said Chairman FKY, Raharjo Arising in Yogyakarta on Thursday (9 / 6).


Arise which will reveal their right to occupy pafiliun is a member of the Association of Indonesian Furniture and Handicraft Industry (Asmindo) whose numbers approximately 20 crafters. In addition, it also provides a special space for furniture business who are victims of direct eruption of Mount Merapi, some time ago.


"The products offered are taken from the gazebo wood after a fire hit the hot clouds," he said.


In order to level the current account as expected, the institute invites buyers, national and international buyers. Recognized in the event there is no specific target in nominal terms. The reason is, this is the first event. However, through this way, at least more literate people of Indonesia on local products.


"So far the community has been hypnotized with foreign products, especially from China. So that they can not distinguish. Because they have been blinded by the price of a more oblique but not necessarily quality," he explained.


Chairman Asmindo Yogyakarta, Yuli Lewis added, post-implementation of the ASEAN-China free trade (ACFTA), local products was almost eliminated. They were unable to compete in price given the relatively cheap Chinese products. However, local businessmen do not need to be pessimistic. Stay there a way to rise. One of them through continuous promotion.


"It's also a challenge for us to show that local products have a class of its own with a quality that actually demand by international markets," he said.


Yuli explain FKY is an event that is very appropriate as a means of promotion. Given this annual event is always packed with visitors and has become a national and international tourism agenda.


This event can also be expected to knock the government for more attention and understand the needs of the business, particularly those engaged in handicrafts and furniture.

Posted by Wawan Kurniawan on 03.59. Filed under , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels