Senin, 09 April 2018

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Listrik padam yang terjadi menjelang berakhirnya pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer sesi dua untuk jenjang SMA di Kota Yogyakarta sempat menimbulkan kepanikan, namun dapat diatasi dengan baik.

"Kebetulan, listrik padam menjelang berakhirnya ujian sekitar pukul 12.30 WIB, atau hanya beberapa menit sebelum ujian berakhir," kata Kepala SMA Negeri 8 Yogyakarta Munjid Nur Alamsyah di Yogyakarta, Senin.

Pada saat itu, lanjut dia, masih ada tujuh siswa dari dua ruangan ujian yang belum melakukan "log out" sehingga jawaban ujian belum sempat terkirim ke server pusat dan tiba-tiba listrik padam.

"Kami hanya khawatir, anak-anak harus kembali mengikuti ujian susulan apabila jawaban benar-benar tidak dapat dikirim ke pusat. Jika kondisinya demikian, maka kasihan anak-anak yang sudah belajar giat tetapi harus mengikuti ujian susulan karena listrik padam. Mereka bisa mogok tidak mau ujian," katanya.

Namun, kekhawatiran Munjid tersebut tidak terbukti karena pada saat listrik kembali menyala, masih ada sisa waktu yang bisa dimanfaatkan untuk mengirimkan jawaban ujian ke pusat.

"Saat listrik mati, maka komputer dalam posisi `idle` termasuk waktunya. Waktu sisa ini dapat digunakan untuk `submit` jawaban dan `log out`. Siswa pun tidak perlu mengikuti ujian susulan," katanya.

Ia berharap, kejadian pada hari pertama pelaksanaan UNBK tersebut tidak kembali terulang pada hari berikutnya atau hingga ujian berakhir karena SMA Negeri 8 Yogyakarta sama sekali tidak menyiapkan genset.

"Kami hanya yakin saja kepada PLN yang sudah berkomitmen tidak melakukan pemadaman selama pelaksanaan ujian," katanya.

Salah satu siswa SMA Negeri 8 Yogyakarta Dessy Nur Ramadanisa mengaku sempat khawatir saat listrik padam menjelang ujian berakhir. "Saya sebenarnya sudah `log out`, tetapi sempat ada informasi jika ada siswa di ruangan yang belum `log out` dan listrik mati, maka seluruh peserta di ruangan tersebut harus mengikuti ujian susulan," katanya.

Sementara itu, Anggota Sekretariat UNBK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Dwi Agus Muhdiarto mengatakan, sempat terjadi listrik padam di wilayah Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta.

"LIstrik padam tepat setelah sesi dua UNBK berakhir. Sampai sekarang pun, belum ada laporan dari sekolah yang mengalami kesulitan akibat listrik padam," katanya.

Ia menyebut, kejadian listrik padam tidak hanya dialami SMA Negeri 8 Yogyakarta saja tetapi juga beberapa sekolah lain seperti SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dan MAN Lab UIN.

Pelaksanaan UNBK jenjang SMA di Kota Yogyakarta diikutu 6.102 peserta yang berasal dari 42 SMA. Sebanyak 34 SMA di antaranya menggelar UNBK secara mandiri, sedangkan delapan sekolah bergabung di sekolah lain.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMA Negeri 3 Yogyakarta berharap, siswa dapat mengerjakan ujian dengan tenang dan fokus serta mengutamakan kejujuran.

"Kejujuran saat mengerjakan UNBK ini sangat penting. Yang dikejar bukan hanya nilai terbaik tetapi juga harus jujur saat mengerjakan ujian," katanya. (E013)

Sumber : AntaraNews.com


EmoticonEmoticon